andaru

7.12.2012

TANJUNG MENANGIS

Sang Putri seorang diri di tanjung merenungi nasibnya karena kasih tak sampai. Ia menangis tanpa henti di tanjung itu.  Sementara sambil berlayar di atas perahu, sandro menembangkan sebuah lawas (puisi):

Kumenong si sengo sia, intan e
Leng Poto Tanjung Menangis
Kupendi Onang ku Keme…
Sang Putri menunggu berhari-hari di tanjung itu, sambil tetap menangis. Akhirnya masyarakat menyebut tanjung itu dengan sebutan Tanjung Menangis.

Tanjung Menangis (read more)

sumber : cahyadi takariawan - kompasiana
Diposting oleh andaru di 18.24 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Rey

Foto saya
andaru
andaru is always with rey
Lihat profil lengkapku

99'designs

Powered by 99designs, #1 for Logo Design

Google Search


  • Web
  • andaru
  • Arsip Blog

    • ►  2014 (1)
      • ►  Juni (1)
    • ▼  2012 (24)
      • ▼  Juli (1)
        • TANJUNG MENANGIS
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (7)
      • ►  Maret (15)

    my facebook profile

    Rey Andaru

    Buat Lencana Anda

    like my facebook page

    Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.